Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SURAT UNTUK DINDA


Dear Dinda,

kualamatkan rindu padamu
dengan ulin di pojok kiri amplop
juga salam dari almarhum hutan belakang rumah

Dinda

tadi malam rumah kita dikubur orang
ranjang, foto dan selimut kita rusak
belum lagi deru gergaji mesin

melibas meranti tua
lalu dahan kurus dengan berjuta toreh ditebas
paginya kudapati janda kaya meneguk kopi di balkon kondominium

Dinda

sejak itulah aku mengembara
lalu kuingat dongengmu tentang orang luka
yang menggedor langit sepanjang malam
memohon iba
Kini aku benar seperti itu

Dinda

di tengah pengembaraan kutahu debu-debu
telah merenggut kesunyian
lalu nyanyian dara riang
dan pekik rindu sang kekasih
termakan ombak peradaban

Karena itulah Dinda
tiada lagi gadis tersipu
kita bicara dengan teriak

bukan ucapan sopan ajaran sekolah
dan entah berapa banyak lelaki mabuk
bercinta bersama bulan di balik semak

Tahukah kamu, Dinda
gara-gara itu malaikat kesal
karena manusia memaksa mengores tinta busuk

di rapor kusam sejak akil balig
karena sungguh cepat mereka kenal dunia
tak tahu yang benar, juga tanda berhenti

Dinda

sungguh aku tak habis pikir
kenapa semua itu terjadi
bukankah ada karma, ketika hidup runtuh

bersama terjungkalnya tanah retak
bumi bergetar dan orang khilaf semakin menengadah
ingat kealpaan mendekatkan diri ke neraka
sehingga keturunan manusia
hanya tahu rasa arang dan debu-debuan

Karena itulah Dinda

aku sungguh rindu padamu
rindu akan hidup kemarin
ketika aku dan kamu bermandi cahaya

ketika badak habiskan masa liar
dan harimau jawa mendengkur di balik belukar
dan tidakkah kau dengar ada punai bernyanyi
mengiring tarian pinus seberang gunung

Dinda, juga tak rindukah kau
Ketika kabut mengajak kita bermain di kala fajar
Namun belum lama kita bermain
Ibu mentari mengajak kabut pulang

Kita pun menangis

Air mata kita menjadi embun
Menetes pelan ke pucuk dedaunan
Namun ibu mentari sungguh bijak
Segera beliau hapus tangis kita dengan cahyanya

Di ujung rindu

pada Dindaku di bumi yang tak lagi biru
tidakkah kau rindu padaku,,,?

Post a Comment for "SURAT UNTUK DINDA"