Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TITIPAN SYURGAWI


Tuan, beberapa jam yang lalu gemintang telah di pinang oleh malam yang berwajah muram. 

Angin menjadi begitu dinginn, meniupi rindu hingga beku sampai pagi tadi. Aku berusaha menghangatkannya dengan secangkir kopi yang pahitnya biasa saja…

Tak seperti kesadaranku, bahwa sepi ini belum juga terlunasi

Begitu ganjil. Begitu tanpamu Tuan… 

Jadi sekarang, ku mohon padamu ...

Bisakah kau turun dari syurga sekarang juga?

Aaihh Tuan ...jika saja kau tahu, andai malam bisa bersuara ia pasti mengutukmu. ..
Karena engkau sudah terlalu lama mengajarkan rindu kepadaku…
Bahkan yang membuat kesalku bertambah besar, bahwa malam tadi masih juga sama.

Aku membenci mendengar rintihanku sendiri..

Menyeru sosokmu yang tak kunjung jelma...

Ahh sudahlah Tuan..

Aku tahu jika kopi selalu mengajarkanmu ketabahan, begitu juga aku. 

Dan kisah kita akan tetap bersemi dari cangkir ke cangkir yang bakal kita seduh…

Pagi ke pagi sore ke sore… 

Maka Tuan, silakan mampir bila-bila saja kau ingin..

Kerana aku bukan teka-teki titipan Syurgawi..

Post a Comment for "TITIPAN SYURGAWI"