Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KAMU YANG SELALU DI HATI






Tenanglah, hati ini masih untukmu. Rindu ini masih berteriak namamu. 

Kamu masih menjadi yang aku utamakan, kamu masih menjadi kebanggaan. 

Kamu masih menjadi yang teristimewa. Kamu masih menjadi segalanya untukku. 

Sedetik saja, aku tidak pernah pergi meninggalkan hatimu… 


Tentu saja kamu masih menjadi segala-galanya untukku. Tentu saja aku tidak pernah pergi meninggalkan hatimu, iya. Karena, aku menyanyangimu dengan terlalu sangat. Aku, begitu terjatuh pada hati yang pernah kamu persembahkan untukku. Dan aku lupa, bagaimana caranya untuk berdiri, bagaimana caranya untuk berjalan maju tanpa melihat masa lalu… 


Aku lupa, dulu, kini dan esok adalah waktu yang mungkin tidak lagi membawa kita pada arah yang sejalan. Aku lupa, jika kamu sudah memutuskan untuk memutar haluan. Meninggalkanku, dan membiarkanku melanjutkan jalanku sendiri, tanpa kamu…. 


Aku lupa, jika segala perbedaan sikap dan tingkahmu adalah caramu untuk membuatku mundur. Maaf, aku tidak peka, aku hanya mencoba bertahan sekuat tenaga agar hubungan ini tetap terjaga. Tapi, apalah daya, apa yang ku pertahankan tidak akan pernah sejalan jika kamu tetap ingin melepaskan. 


Aku lupa, jika segala perubahan dan perbedaan yang ada telah kamu ciptakan. Maaf, aku tidak peka. Aku tidak mampu membaca segala perubahan yang ada, seharusnya aku peka, seharusnya aku sadar, jika perubahanmu adalah caramu mengusirku secara halus… 


Sebenarnya, kamu yang selalu dihati. Dan kenyataannya, bukan aku yang selalu dihatimu… 



Post a Comment for "KAMU YANG SELALU DI HATI"